ruang

September 3rd, 2008 by rainwalker

gw punya "penyakit" aneh, yaitu sulit berbagi ruang.

penyakit, karena  gw tau ini sebenernya bukan sebuah sikap yang baik, dan harusnya bisa disembuhkan. hanya saja gw belum menemukan "obat" untuk menghilangkan kebiasaan itu.

"penyakit" ini sebenarnya tidak selalu datang setiap waktu. hanya kumat di saat-saat tertentu-yang sebenernya gw pun sulit memprediksi waktunya. mungkin ini berhubungan dengan suasana hati, dan juga hormon hehe..

pada saat-saat "normal" gw akan dengan senang hati berada dalam satu ruang dengan siapapun, berinteraksi, melakukan pekerjaan atau bahkan hanya sekedar mengobrol dengan orang lain. walau pada umunya gw memang tidak terlalu suka keramaian, juga hingar bingar.

nah kalau lagi kambuh, gw akan merasa tidak nyaman bersama orang lain dalam satu ruangan, apalagi ruangan itu kamar yang kecil, seperti kamar kos gw yang cuma 3×4 meter. the only thing that I want that time, just being alone.

ga pengen ngobrol, ga harus punya kewajiban mengacuhkan orang, dan ga perlu berbagi ruang dengan manusia manapun, tak terkecuali. rasanya cuma pengen sendiri, kalaupun terpaksa berada di ruang publik, gw ga pengen ketemu dan berkewajiban ngobrol dengan siapapun yang gw kenal. apalagi kenalan dengan orang baru. contohnya, gw benci ketika harus ngobrol dengan orang asing dalam bis.

lalu apa yang gw lalukan pada saat2 seperti itu? Melamun? ohoho..tentu saja tidak. Kambuh bukan berarti gw sedang dalam kondisi depresi atau sedih atau kesepian. gw hanya ingin menikmati segala sesuatu sendiri. makan, tiduran, baca buku, nonton, bersihin kamar, menulis, dan banyak hal normal lainnya. hanya saja gw ga pengen bersama siapapun. just me, myself dan I.

rasanya seperti recharge batere aja, menikmati setiap detik sendiri sebelum nanti kembali jadi mahluk sosial yang terhubung dengan manusia lainnya.

sialnya penyakit itu suka muncul tanpa gejala. suka tiba-tiba. ini kadang membuat orang lain bingung juga protes. masalahnya, kalau keheningan gw terganggu-karena ada yang dengan sengaja atau tidak, memasuki ruang fisik juga imaginer itu-gw akan diserang rasa tidak nyaman yang luar biasa, grumpy, dan jadi orang yang benar-benar tidak menyenangkan deh..

I can’t resist it, sungguh!.

seperti tercerabut dari privasi, terpaksa harus memerankan si pendengar yang baik, yang harus bertenggang rasa dengan perasaan orang lain

selama masih single,  mungkin masalah yang ditimbulkn ga bakal terlalu besar,  tapi coba bayangkan kl gw menikah?!! pasti repot deh buat menjelaskan jenis penyakit akut aneh dan ga umum ini..duh..duh..duh..

nyanyi sunyi tentang rindu

July 16th, 2008 by rainwalker

aku merindukan sebuah perjalanan,
aku dan kamu, kemana saja!
seperti halnya  kita selalu saja berhasil  menemukan tempat yang asyik untuk lari dari cengkraman kota..

ingatkah, suatu sore entah kapan di masa lampau, saat aku memboncengmu yang sekuat tenaga memacu sepeda motormu melawan gravitasi.
dan di ujung bukit tunggul, di tepi sebuah rumah tua, kita akhirnya duduk berdua menatap hutan pinus?
sebungkus rokok, satu kotak susu coklat, dan satu lintingan besar mariyuana..lalu kitapun menghabiskan senja yang menggigil dikepung kabut itu, sambil tertawa tanpa henti.

aku merindukan sebuah perjalanan,
naik bis tanpa ac, menuju kampung di kaki gunung tampomas, menghabiskan waktu di rumah tua tempat nenekmu tinggal seorang diri..

aku merindukan bau belerang tangkubanparahu..
sambil kau mainkan gitar, aku menulis lirik di bawah sinar lilin di lantai pendopo yang beku..dengan secangkir cappucino yang mudah menjadi dingin,
namun bara itu hangat di hati kita..

aku rindu pada bau tanah di pagi hari, juga rumput yang dibasahi embun
enggan kau akan melangkah keluar tenda, menyeduh kopi, sedang aku masih  bergelung dalam tebalnya kantung tidur..

Ya, aku merindukan sebuah perjalanan
hanya aku dan kamu, kemana saja..

apa kabar kamu?

dungu

July 11th, 2008 by rainwalker

aku selalu bilang pada diriku sendiri aku tahu kapan akan berhenti. berhenti melakukan hal-hal bodoh dalam hidupku.dan seperti manusia-manusia dungu lainnya, percaya akan hal itu adalah kedunguan juga. seperti menyetel alarm yang akan kamu matikan saat ia berbunyi dan kembali tidur setelah itu. begitulah kedunguanku, berulang-ulang memasang alarm, mengabaikannya dan lagi-lagi bangun terlambat.

Lost

March 11th, 2008 by rainwalker

..pernahkah kamu merasa sebegitu tersesatnya, dan entah mengapa di tengah keramaian ini, tak satupun orang yang bisa menunjukan jalan?

Foto ini Lost_1 diambil saat gw liputan ke flores, Yudhi Mahendra (camera person) tanpa sengaja memotret gw, saat masih celingukan nyari posisi yang pas di tengah padang rumput yang eksotik itu. Tapi hasil gak sengaja ini, jdnya malah gw suka bgt. Ada pesan sunyi dan sendiri di gambar itu (ini sih persepsi gw)

Sebenernya gw bukan orang yang sesunyi itu, soliter dan tak berkawan. Tapi, setiap kali merasa tersesat gw biasanya akan mengganti foto profil friendster gw dengan foto ini. Berasa pasaja dengan suasana yang melankoli..halah..

Gw yakin, siapapun itu, pasti pernah merasa begitu "tersesat", saat tak tahu harus maju terus atau kembali mundur. Tidak yakin dengan langkah yang diambil, dengan keputusan yang telah separuh dijalani. Tapi ngomong-ngomong soal tersesat, beberapa bulan terakhir gw kenal satu orang, yang dengan sadar mengubur dirinya dalam labirin yang tak punya jalan keluar.

He is so quiet. Good Looking. Smart. and Autis (dalam tanda kutip, bukan harfiah). Hehehe..entah kenapa takdir selalu menggiring gw pada orang-orang yang unik.

Darinya gw belajar tentang kata "Trauma". Suatu ketika ia pernah ditinggalkan seseorang yang terlalu berarti dalam hidupnya, dan ia terluka, kecewa, kehilangan hidup dan kini terus tersesat dalam luka yang tak pernah ia bagi dengan siapapun. Yang paling menakutkan darinya, adalah fakta bahwa ia bukan tersesat dalam kesunyian, tapi ia tersesat di tengah keramaian, dalam suasana yang hiruk pikuk, namun tak satu pun yang dapat menunjukan jalan. Tidak satupun. Mengapa? Karena ia tak pernah lagi percaya.

Trauma. "Penyakit kok dipiara? kalau mau sembuh, ya harus dibuang jauh-jauh.." kata-kata gw pernah membuatnya termenung. Lalu, dia hanya menjawab lirih saja "aku tahu, aku punya banyak masalah yang harus aku selesaikan sendiri.." jawaban yang sangat defensif dan ga nyambung. Lalu ia pun kembali pada rasa sakitnya, tenggelam semakin dalam. Dan gw tahu dia ga tergerak sedikitpun untuk menyembuhkan diri. Phatetic. Masokis.

Siapa sih yang tidak pernah terluka? Bukan kah kita semua memang begitu? Bukankah seperti itulah hidup. Sebenernya gw ga harus ikutan kesel dengan masalahnya. Itu hidupnya. Pilihannya untuk terus berjibaku dengan kenangan, atas seseorang yang hampir bisa dipastikan tidak lagi memikirkan dia. Yaaa..gw mungkin cuma gemes aja, seorang yang sebenarnya bisa begitu menarik dan menyenangkan, harus mati pelan-pelan karena terlalu lama berputar-putar dalam labirin yang sama. Suicides.

Lalu, apakah gw sudah menemukan jalan itu, atau jangan-jangan gw sebenernya nyasar jg, tapi ga sadar..Hmmm tp kayaknya sih ngga..tepatnya gw emang ga nyasar, cuma emang belom tau mau jalan kmana. hahahaha..

..tapi yaah, setidaknya gw sedikit bahagia, karena trauma bukan bagian dari hidup gw yang tidak terencana ini :D

9 januari

January 9th, 2008 by rainwalker

satu lagi hari ulang tahun..

gw melewatinya dengan sangat hactic, ini adalah hari deadline, dimana sift ngedit akan berakhir dan materi tayang harus sampai di QC sebelum tengah malam. hari ini gw melaluinya dengan ngantuk dan sedikit stress, produser gw cuti kawin, kameramen lagi liputan, dan gw harus menghadapi proses editing yang panjang sendirian..

what a perfect hactic day :p

sekarang  pukul 22:47, tanggal 9 januari 2008

Usia 27 tahun akhirnya menghampiri gw. Usia yang penting. Karena di usia inilah para rock star legendaris mati muda, Janis Joplin, Kurt Cobain, juga Jimi Hendrix..Hehehe tapi sayangnya gw bukan rock star. Tapi setidaknya, Kaset Master On air akhirnya sudah rapi terkirim ke QC. Fiuhhh…

Terima kasih tuhan untuk usia dan segala nikmat yang kau berikan..

Terima kasih juga  untuk satu deadline yang kembali berhasil dilalui.. :D

Being single. Again!

December 24th, 2007 by rainwalker

Kembali menjadi single di usia menuju 27 tahun, awalnya bukan hal yang mudah buat gw. apalagi setelah menjalani long term relationship, bertahun-tahun bersama orang yang sama, dengan berbagai rencana dan gambaran-gambaran masa depan. Gw patah berkeping-keping, jatuh dan sepertinya tak ingin bangun lagi ( hiii..berlebihan deng, ga segitunya kok) Tapi kini, yaaa..gw sudah bisa membicarakannya-bahkan menuliskannya- tanpa merasa melow-melow dan berurai air mata :p

Satu hal yang kemudian gw sadari,..yes life never been so easy..ketika kita manusia, lagi-lagi hanya punya rencana, apa yang terjadi sebagian besar tidak pernah ada dalam rencana itu. Hal paling sulit adalah, bangun pagi dan menyadari gw ga lagi punya rencana, lost, kehilangan orientasi. Ga tau harus mulai membenahi dari mana, semuanya terlihat terlalu berantakan. Ya, melewati badai dengan segala angin puting beliungnya, seringkali tidak begitu menakutkan, bagian terberatnya adalah menghadapi sunyi, sendirian di tengah suasana porak-poranda setelah keributan itu baru saja berakhir. Semuanya serba salah, menangis, tertawa, tidur, bahkan tenggelam dalam pekerjaan, tidak  banyak membantu. but well..I already past it, thank god..hehehe.

Berbicara dan mendengarkan cerita  banyak orang, salah satu obat buat gw, Dan sekarang gw memutuskan living single in my age, seharusnya tidak terlalu menakutkan kok. Hahaha..mungkin terdengar seperti pembenaran dan self defenses..tapi gw akhirnya memutuskan untuk menganggap segala sesuatu yang terjadi di masa lalu adalah sesuatu yang sangat biasaaaa..terjadi dalam kehidupan. Ini bisa terjadi pada siapapun, dan gw bukan orang paling menderita sedunia (walo sempet berasa gt siy :p). Putus setelah hampir 7 tahun pacaran dan bertunangan adalah hal yang umum. banyak orang bahkan berpisah di detik-detik menjelang pernikahan. Duuuh..kalo inget-inget hal kayak gt, gw selalu merasa lebih beruntung. Bersyukur kalo ini belum sebegitu rumitnya, bayangin kalo sebulan atau seminggu mau kawin, dan salah satu diantara kita ada yang berubah pikiran, uggghh betapa ribetnya!!

Salah satu hal yang gw nikmati saat menjadi lajang lagi adalah flirting. Hihihi..gw baru sadar kalau di sekeliling gw ternyata ada juga-walau ga bisa dibilang banyak- cowok-cowok keren dan menarik :p. Dan awal untuk kembali flirting ternya tidak mudah!! Lupaaa anjrit, gara-gara kelamaan ga ngeceng kiri kanan, Jadinya basi dan suka salah tingkah ga penting. Rikuh so cari perhatian, kalo tu cowok balik nanya, malah bingung stengah mampus mau ngomong apa. Gw kayak balik ke masa SMA dengan gaya-gaya di sms aja seneng stengah mati, jalan cuma buat makan doang, mesem-mesem sendiri kayak Nunung Srimulat setiap kali dia lewat hahaha..Ga banget!! Tapi lumayan laaah..setidaknya gw tau, di umuran begini ini, tetep aja menyenangkan kalo diperhatiin orang Hahaha..

Hal yang menyebalkan terjadi saat kawan-kawan lama kami (mantan pacar dan gw maksudnya) ga sengaja ktemu gw , dan tauuu kan pertanyaan basa-basi pertama adalah "kapan kawin, ti?" dan ketika gw dengan cengar-cengir bilang "ga jadi kawin, gw putus.." Lo-akan-melihat-ekspresi-yang-sama-dari-setiap-orang. Kaget, trus-biasanya- megang bahu gw, atau dadanya sendiri, trus dengan muka ikut prihatin akan bilang "Ya ampuun, kok bisa??!! Kenapa??" 

Atau pertanyaan-pertanyaan oom dan tante-tante gw saat ngumpul keluarga. "kapaaaan nikah, ayoo anak perempuan ga boleh lama-lama, lho!! Gak baik, ayo cepetan, jangan kerja terus.." dan blah..blah..blahh yang lain. Arrrrgh!!

Ya..begitulah, pertanyaan2 itu masih suka muncul. Ga bisa juga gw hindari, dinikmati aja, kayak muter film versi sama cuma ganti pemeran doang! Lucu juga :p. Sekarang gw sama mantan-calon-suami itu..udah biasa-biasa aja :p, sudah mulai bisa saling mencela lagi, itu tanda kalau kami sudah kembali ke dunia normal. He still my good friend. Saat hidup memang harus kembali berjalan dengan atau tanpa rencana-rencana itu. Tapi setidaknya gw akan punya rencana lagi, walau fokusnya masih belum jelas..tapi gw nikmati semuanya, I love life..tak peduli betapa keras dan sulitnya itu harus terjadi. Sesuatu yang hilang pasti akan tergantikan. Hati yang patah pasti akan ada yang nyambungin lagii..sekarang gw tengah berharap-harap cemas niiih, sepertinya sudah saatnya untuk jatuh cinta lagi hihihi..walaupun gw tau hal yang paling sulit setelah jatuh cinta lagi nanti, adalah berdamai dengan masa lalu..

senja

October 9th, 2007 by rainwalker

Senja_merah_marah bila suatu hari-entah di mana-kau menjumpai senja yang nyaris tenggelam di batas cakrawala, menyapukan merah menyala di langit kelabu

ingatlah aku..

August 2nd, 2007 by rainwalker

Big Girls Don’t Cry - Fergie

Da Da Da Da
The smell of your skin lingers on me now
You’re probably on your flight back to your home town
I need some shelter of my own protection baby
To be with myself and center, clarity
Peace, Serenity

[CHORUS:]
I hope you know, I hope you know
That this has nothing to do with you
It’s personal, myself and I
We’ve got some straightenin’ out to do
And I’m gonna miss you like a child misses their blanket
But I’ve got to get a move on with my life
It’s time to be a big girl now
And big girls don’t cry
Don’t cry
Don’t cry
Don’t cry

The path that I’m walking
I must go alone
I must take the baby steps ’til I’m full grown, full grown
Fairytales don’t always have a happy ending, do they?
And I foresee the dark ahead if I stay

[CHORUS]

Like the little school mate in the school yard
We’ll play jacks and uno cards
I’ll be your best friend and you’ll be my Valentine
Yes you can hold my hand if you want to
‘Cause I want to hold yours too
We’ll be playmates and lovers and share our secret worlds
But it’s time for me to go home
It’s getting late, dark outside
I need to be with myself and center, clarity
Peace, Serenity

[CHORUS]

La Da Da Da Da Da

——————————————————————–

..Hmmm mendengarkan lagu ini, membuat gw yakin kalau gw bukan perempuan aneh hahaha..ternyata gw bukan satu-satunya perempuan yang butuh menjadi soliter untuk beberapa saat..(atau cuma sekedar pembenaran ya?)

Aku, Kopi, dan Kamu

June 24th, 2007 by rainwalker

kalau saja hidup tidak ber-evolusi, kalau saja sebuah momen dapat hidup  selamanya menjadi fosil tanpa terganggu, kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka..tanpa ragu kamu akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan. Cukup satu.”

Aku membaca kalimat itu dalam Surat yang tak Pernah Sampai. Sebuah Cerpen Dewi “Dee” Lestari dalam kumpulan ceritanya– Filosofi Kopi.          

Ingin rasanya aku meletakan buku itu sembarangan di kursi mobilmu setiap kali kau mengantarkan aku pulang. Tanpa terlihat disengaja, aku akan menyelipkan sebuah pembatas di halaman 40, tepat di mana kau akan melihat dan seharusnya membaca baris-baris kata yang kuberi tanda dengan stabilo merah menyala. Lalu aku akan berharap, kau akan segera menyadari bahwa aku berbicara lewat Dee

Sayang kau tidak suka membaca. Aku tahu, kau hanya suka minum kopi dengan ku, sementara buku Filosofi Kopi  itu pasti tak akan pernah menarik minatmu.

Ya, hanya kopi yang menautkan aku padamu, menautkan kamu padaku.

Secangkir kopi tubruk milikmu, dan cappucino torabika sachet pake es miliku, mengawali perbincangan pertama kita. Kata-kata berhamburan, kita tak bisa berhenti saling berbicara. Kopi menjadi ritual, sebuah kamuflase dari keinginan untuk terus bertemu. Kau terus mencekokiku..tak henti mengajakku..

Ngopi yuk..”

atau

“Aku ngantuk..kayaknya kopi item, enak nih..”

Adakah kau menyadari? setiap ajakanmu melenyapkan rasa kantukku, lebih dahsyat dari jenis kopi manapun di muka bumi ini. Kaulah bagian paling sempurna dari setiap ritual minum kopi ku..

Namun Dee benar,.hidup itu cair. Semesta itu bergerak…*

Aku tak akan pernah bisa menghentikan waktu dan memanjakan diri dalam ritual ini selamanya. Aku. Kamu. Akan beranjak dari meja itu, pergi dan kembali pada hidup masing-masing.

Mungkin, tak akan ada kopi esok hari.

Kopi yang selalu menautkan kamu padaku dan menautkan aku padamu.

Kopi yang selalu kita nikmati menjelang senja,

sebelum kau mengantarku pulang,

sebelum kau menjemputnya,

sebelum kau dan dia pun pulang…

patah

May 4th, 2007 by rainwalker

aku lelah berjalan mengejarnya. ia ada dan tiada, aku mendengarnya tapi tak merasakannya, ia menjauh dalam kelebatan cahaya senja. ia di sana, tak bisa kugapai. aku menunggu terlalu lama. saatnya untuk berdiri dan berhenti menoleh ke belakang.

sekarang aku meminta hidupku kembali!